BNN KOTA JAMBI GREBEK PESTA NARKOBA

BNNK JAMBI – Senin, 24 Februari, BNN Kota Jambi melakukan penggrebekan pesta narkoba di sebuah rumah di Jalan Adityawarman, Sukorejo Kota Jambi. Dari penggerebakan yang dilakukan pada pukul 21.30 tersebut BNN Kota Jambi berhasil mengamankan 2 paket ganja siap linting dan 4 linting ganja yang sedang digunakan dan menciduk 3 orang remaja yaitu Al (14), F (16) dan BM (14) yang kini statusnya ditetapkan sebagai pengguna narkotika jenis Ganja dan Shabu.

Sesuai dengan Undang – undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 54 – 55 bahwa pecandu/ pengguna narkoba harus mendapatkan pengobatan dan / atau perawatan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial maka ketiga orang ini, Al, F, dan BM akan kami kirim ke pusat rehabilitasi.” Jelas Kepala BNN Kota Jambi saat melakukan jumpa pers di kantor BNN Kota Jambi,Jelutung – Kota Jambi.

Dari hasil penyelidikan mendalam diketahui bahwa ketiga pelajar SMP tersebut telah mengenal narkoba sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Berawal dari kebiasaan menghirup lem aica aibon, ketiga remaja ini mulai coba – coba menggunakan ganja, shabu dan obat penenang.

Kalau lagi gak ada uang, Saya pakai obat generik jenis tertentu” ujar Al, salah satu tersangka yang masih duduk di kelas 2 SMP di sebuah sekolah swasta di Kota Jambi. (BNNK)

Saya Mantan Pecandu dan Cukup Saya!

AKU

Tubuh mulai mengering, serasa darah habis ternoda
Oleh Virus yang tidak pandang rasa
Menggerogoti habis merusak nadi
Dan tulang pun serasa rapuh

Seakan diri tak dapat restu
Langit dan Bumi Tuhan Pun Seakan Marah….
Dan Mengutuk kecerobohan yang pernah kujalani
Lewat Doa Aku berharap
“Sahabat aku tak mau kecerobohan itu menghampiri mu…”
Menjadikan Engkau sepertiku

Cukuplah Aku
Biarlah Tuhan yang Tau
Mengapa Aku…

BNNK Jambi – Bait puisi diatas adalah karya Slamet Riyadi. Ia adalah pemuda asal Jambi yang pernah menjalani rehabilitasi di Lido – Bogor pada tahun 2012. Slamet Riyadi atau yang dikenal dengan Amex adalah mantan residen yang kini berada dalam binaan BNN Kota Jambi. Keseharian bapak satu anak tersebut berprofesi sebagai pengrajin hiasan meja dari limbah kayu bekas industri.

“Susah sebagai mantan pecandu, stigma masyarakat kepada kami sudah negatif saja. Diabaikan atau ditolak sudah biasa. Sekarang yang saya pikirkan bagaimana bisa bangkit dan berusaha untuk menghidupi keluarga saya,” tuturnya.

Amex, mengenal narkoba sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Segala jenis narkotika dan psikotropika sudah dia coba.

“Saya sudah coba semua macam narkoba, syukurlah saya tidak terinfeksi HIV AIDS. Teman-teman saya yang seangkatan dan pecandu. Sudah banyak yang meninggal. Ada yang over dosis atau kena HIV AIDS,” kisahnya.

Perjuangan Amex untuk lepas dari pengaruh narkoba tidaklah mudah. Sebelum di rehabilitasi di Lido Bogor, ia pernah menjalani rehabilitasi di balai rehabilitasi milik Kementerian Sosial. Namun, selalu kembali relaps. Hingga akhirnya, pada tahun 2012 melalui Yayasan Sikok dan BNN, sebuah LSM yang peduli dengan pecandu narkoba di Kota Jambi, Amex dikirim ke Lido – Bogor.

Setelah menjalani rehabilitasi di Lido – Bogor, Amex mulai menata kehidupannya kembali. Tidak ingin kembali pada lingkaran setan narkotika dan psikotropika. Ia memutuskan untuk bergabung dalam Ikatan Pemuda Solok Sipin binaan Bripka Reza Pahlevi.

Dalam Komunitas tersebut, Amex sedikit demi sedikit mulai mendapat kepercayaan diri. Tak hanya belajar ketrampilan mengolah limbah kayu menjadi barang bermutu dan bernilai jual di Komunitas tersebut Ia juga mulai belajar untuk peduli terhadap sesama.

“Di Kota Jambi ini, banyak orang yang lebih kurang beruntung dari saya. Mereka tidak dapat kesempatan untuk pulih. Bukan karena mereka tidak ingin pulih tapi karena mereka terabaikan. Sedangkan, tidak sembarang orang bisa masuk dalam komunitas pecandu narkoba. Saya sebagai mantan pecandu, pernah mengalami perasaan itu, perasaan terabaikan. Makanya bersama teman – teman dari Ikatan Pemuda Solok Sipin yang peduli, kami mendekati mereka dan sedikit demi sedikit mengajak mereka untuk lepas dari pengaruh narkoba,” tuturnya.

Berkali-kali Amex menuturkan, penyesalannya pernah memakai narkoba.

“Harta habis, otak gak bisa di pakai mikir, waktu saya terbuang sia-sia karena narkoba. Saya marah, bukan hanya dengan diri saya tapi juga dengan orang yang buat saya begini. Bandar narkoba, mereka sudah rusak hidup saya. Saya setuju bandar itu ditembak mati saja” tegas Amex.

Amex berharap, dia bisa menjadi contoh bagi yang lain agar tidak menggunakan narkoba. Seperti puisi yang juga dibuat oleh Amex berikut ini;

BERHARAP SEJAJAR DI MATA TUHAN

Siapa yang harus disalahkan
Sedangkan virus hadir karena diundang
Oleh karena lupa terlalu dalam
Jalan hidupku jadi mencekam

Janganlah Aku, Engkau Salahkan
Karena Kita sama di mata Tuhan
Tidak kupinta rusak jaringan darah
Mungkin Tuhan sering Ku lupakan

Jadilah Aku seperti ini
Sebagai contoh kebodohan diri sendiri
Tuhan… Tolong Selamatkan
Anak Cucu Kami
Amin…

Kepala BNN RI : Kirim Pengguna Narkoba Ke Rehabilitasi Bukan Penjara

BNNK Jambi – “Kesalahan kita semua jika jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia terus meningkat” ungkap Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr. Anang Iskandar, SH, MH, dalam kata sambutan pada Acara Malam Keakraban Kepala BNN RI dengan Pimpinan Daerah Di Propinsi Jambi dan Kota Jambi pada Selasa Malam (11/2).
Lebih lanjut beliau menjelaskan, sikap masyarakat yang lebih senang mengirim pengguna atau pecandu narkoba ke pusat rehabilitasi membuat jumlah pengguna atau pecandu narkoba di Indonesia terus meningkat. Padahal Pengguna atau pecandu narkoba adalah orang sakit yang harus disembuhkan. Mengirim mereka ke penjara tidak dapat menghilangkan rasa ketagihan mereka, akibatnya di dalam penjara mereka tetap menggunakan narkoba.
“Jika pecandu dimasukkan penjara dan dibiarkan terus ketergantungan terhadap narkoba, kapan selesainya masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini. Mengurangi angka penyalahguna atau pecandu narkoba akan ikut mengurangi permintaan akan narkoba dan membuat para pengedar itu bangkrut karena tidak ada lagi ada permintaan barang (narkotika dan psikotropika),” jelas Komjen Pol. Dr Anang Iskandar, SH, MH.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga menegaskan kembali mengenai pentingnya dukungan semua pihak untuk mendukung pencanangkan tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba.
“Pecandu Narkoba lebih baik di Rehabilitasi daripada di Penjara,” tegasnya.
Pemikiran untuk melakukan rehabilitasi bagi pecandu di dunia Internasional telah ada sejak tahun 1995. Portugal dan Belanda merupakan negara pertama yang mencetuskan dekriminalisasi bagi pengguna atau pecandu narkoba pada tahun 2001.
Memaksimalkan Fungsi IPWL
Sesuai dengan UU Narkotika No. 35 tahun 2009, Penyalahguna atau Pecandu narkoba diwajibkan untuk melaporkan diri kepada Institusi Wajib lapor atau BNN agar dapat menjalani rehabilitasi. Di Indonesia dari 45.000 Puskesmas, baru 11.000 yang menjadi IPWL. Sedangkan, dari 2.000 Rumah Sakit, baru 200 Rumah Sakit yang menjadi IPWL.
Selain jumlah yang masih minim, masyarakat juga kurang memahami fungsi dari IPWL tersebut. Hal tersebut bisa dilihat dari penyerapan anggaran yang terus mengalami kemunduran. Pada tahun 2012 IPWL mendapat anggaran sebesar 24 milyar namun hanya mampu terserap 4 milyar. Kemudian, pada tahun 2013 dari 5 milyar anggaran yang diberikan oleh pemerintah hanya mampu terserap 1,5 milyar. (BNNK)

KEPALA BNN RI MERESMIKAN GEDUNG BNN KOTA JAMBI

BNNK JAMBI – Rabu, 12 Februari 2014, bertempat di Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Jelutung Kota Jambi, Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol. Dr. Anang Iskandar, SH.MH bersama Walikota Jambi H. SY. Fasha, ME meresmikan Gedung Kantor BNN Kota Jambi.

Dalam kata sambutannya, Kepala BNN RI, Bapak Komjen Pol Anang Iskandar menegaskan kembali pentingnya rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

“Pengguna narkoba jangan dipenjara, tapi direhabilitasi. Tapi, kalau bandarnya harus dihukum berat bahkan hartanya harus disita.” Ungkap beliau.

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat, khusus masyarakat Kota Jambi untuk secara sukarela mendatangi Institusi Penerima Wajib Lapor dan BNN untuk melaporkan diri jika merupakan pengguna atau pecandu narkoba.

Jambi sampai saat ini telah memiliki enam Institusi Penerima Wajib Lapor yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi, Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo, Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Rumah Sakit Polri Bhayangkara dan Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi.

Gedung Kantor BNN Kota Jambi memiliki luas lahan 4932 meter2  dan luas bangunan 414,72 meter2. Gedung Kantor dua lantai tersebut dibangun dengan APBN 2013 BNN Kota Jambi diatas lahan pinjam pakai milik pemerintah daerah Kota Jambi.

Bangunan ini dilengkapi dengan Ruang Rapat, Ruang Penjangkauan, Ruang Penyuluh, Ruang Arsip,  Musholla, Pos Keamanan, dan lahan Parkir. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan kantor lama BNN Kota Jambi yang hanya seluas  8 x 12 meter persegi dan satu lantai dengan kantor PTSP Kota Jambi.

Kegiatan peresmian gedung kantor BNN Kota Jambi tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Kota Jambi, unsur Forum Komunitas Pimpinan Daerah Kota Jambi, Kepala BNK dan BNKabupaten Se – Propinsi Jambi dan Kepala Dinas dijajaran Pemerintahan Daerah Kota Jambi.

Peresmian tersebut dimeriahkan oleh penampilan tari persembahan yang dibawakan oleh Komunitas Anti Narkoba binaan BNN Kota Jambi dan Penampilan Puisi yang dibawakan oleh Ikatan Pemuda Solok Sipin, Kota Jambi (HUMAS).

Jauhi Narkoba Hasilkan Aparatur Pemerintahan Berkualitas

BNNK Jambi –Sumberdaya manusia pada sebuah institusi khususnya institusi pemerintahan memegang peranan yang sangat penting. Aparatur pemerintah merupakan sumber daya manusia yang akan menggerakkan roda pemerintah untuk melayani masyarakat. Perlu SDM yang berkualitas dan berkarakter untuk menjalankan tugas tersebut. SDM yang berkualitas adalah aparatur pemerintah yang sehat secara jasmani dan rohani termasuk bersih dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Oleh sebab itu, Bertempat di Aula Kodim 0415 Batang Hari Jambi pada Jumat (20/12), BNN Kota Jambi  turut serta memberikan materi dalam kegiatan Acara National Character Building Pemerintah Daerah Kota Jambi. Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta yang berasal aparatur pemerintah eselon II dan III, Anggota DPRD Kota Jambi, PKK, Organisasi Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, Mahasiswa dan Tokoh Adat.

Pada kesempatan tersebut, BNN Kota Jambi menyampaikan materi mengenai P4GN dan permasalahan narkoba yang terjadi di Indonesia. Kejahatan narkoba merupakan ekstraordinary crime. Tidak bisa dihitung secara pasti berapa jumlah kerugian material yang disebabkan oleh peredaran gelap dan penyalahgunaan barang haram tersebut. Tidak hanya kerugian material, kejahatan narkoba juga mampu menyebabkan hancurnya sebuah generasi dari sebuah bangsa. Pada akhirnya menyebabkan kemunduran pada bangsa tersebut.

Pemberian materi mengenai penyalahgunaan narkoba oleh BNN Kota Jambi pada Acara National Character Building Pemerintah Daerah Kota Jambi diharapkan dapat menghasilkan aparatur pemerintah yang berkualitas dan sehat dari penyalahgunaan narkoba. Aparatur pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dipastikan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

“Saat seseorang telah menyalahgunakan narkoba, dipastikan kemampuan berpikir pengguna tersebut tidak akan berfungsi optimal sebagaimana seseorang yang tidak pernah menyalahgunakan narkoba. Jadi, bagaimana mungkin aparatur pemerintah yang telah menyalahgunakan narkoba dapat melayani masyarakat dengan baik bila otaknya sudah rusah karena narkoba.” Ujar Latifah, S.Sos.I.

Menghadapi kejahatan narkoba perlu disatukan dalam visi dan misi antara seluruh aparatur pemerintah untuk mengatasi dan peduli dengan permasalahan penyalahgunaan narkoba. BNN Kota Jambi dengan program advokasi bergerak untuk menyatukan seluruh satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) untuk menjalankan program P4GN yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam Inpres 12 tahun 2011.Kegiatan advokasi tersebut didukung pula dengan program pemberdayaan masyakarat dengan menggerakan masyarakat untuk mau dan mampu menjalankan program P4GN. Aparatur pemerintah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba diharapkan mampu mewujudkan good goverment sehingga terwujud sebuah negara yang kuat dan maju. ( BNNK JAMBI )

BNN Kota Jambi : Meningkatkan Peran Mahasiswa Dalam P4GN

BNNK Jambi – Antusias! Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi mengikuti pemberian materi mengenai P4GN yang disajikan oleh BNN Kota Jambi. Keingintahuan mereka terhadap Penyalahgunaan narkoba dan BNN sebagai sebuah LPNK menunjukkan kepedulian mereka untuk mengenal lebih jauh mengenai LPNK yang baru didirikan pada tahun 2010 tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Jambi berlangsung pada Senin (18/11). Dihadapan mahasiswa fakultas hukum Universitas Jambi semester 7, BNN Kota Jambi yang diwakili oleh Latifah S. Sos.I memberikan materi mengenai peran serta mahasiswa dalam pelaksanaan P4GN di Indonesia.

Pemberiaan materi diawali dengan pemberian informasi yang benar mengenai narkoba, bahaya narkoba, dan cara pengedaran narkoba. Setelah tahu, diharapkan juga mahasiswa paham mengenai P4GN. Pengetahuan dan pemahaman yang benar dan tepat mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) diharapkan mampu menggerakkan para peserta untuk melakukan tindakan nyata dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan prekursor narkotika.

Selain itu, pada kesempatan tersebut mahasiswa fakultas Hukum Universitas Jambi juga mendapatkan materi mengenai Undang – Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Materi ini langsung jadi bahan diskusi saat memasuki sesi tanya jawab. Terutama mengenai tugas dan fungsi BNN dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika di Indonesia.

Keingintahuan mereka terhadap Badan Narkotika Nasional tidak lepas dari sepak terjang BNN selama ini dalam menjalankan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Peserta mengapresiasi sepak terjang BNN selama hampir tiga tahun berdiri. Dengan usia yang tergolong muda untuk sebuah lembaga pemerintah, BNN telah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Mengungkap kasus – kasus penyalahgunaan narkoba tanpa pilih kasih. Orang biasa, public figure, bahkan pejabat yang menyalahgunakan narkotika maupun psikotropika tak luput dari penyidikan BNN.

“Sehebat apapun Badan Narkotika Nasional tidak akan mampu  memberantas penyalahgunaan nakroba sendirian. Memerangi penyalahgunaan narkoba adalah tugas kita bersama. Bersama –sama sangat memungkinkan bagi kita untuk mewujudkan Indonesia Bebas dari Penyalahgunaan Narkoba.” Ujar Latifah, S. Sos. I dalam penutupannya. (BNNK Jambi)

Iman dan Takwa Bentengi Diri dari Penyalahgunaan Narkoba

Apakah benteng terkuat dalam diri manusia untuk memerangi narkoba?

Jawabannya Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak ada satu pihak pun yang menyangsikan jawaban tersebut.

Yah, niat untuk memerangi penyalahgunaan narkoba haruslah dimulai dari diri sendiri. Saat diri seseorang telah imun terhadap penyalahgunaan narkoba maka selanjutnya bisa mempengaruhi keluarga bahkan masyarakat disekitarnya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba.

Untuk itulah 120 Pelajar SMK/SMA di kota Jambi dikumpulkan di Aula SMKK Jambi. Mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti pesantren kilat. Kegiatan pesantren kilat yang berlangsung pada 25 – 28 Oktober tersebut mengangkat tema “Tingkatkan Remaja Berprestasi yang Bebas dari Perilaku Menyimpang Untuk Menghadapi Era Globalisasi”.

Pada kesempatan tersebut, Badan Narkotika Nasional Kota Jambi mendapat kesempatan untuk memberikan pembinaan di hadapan 120 Pelajar SMK/SMA di Kota Jambi. Pembinaan yang diberikan adalah pembinaan mengenai P4GN. Diharapkan pembinaan yang dilakukan oleh BNN Kota Jambi tersebut bisa memberikan pengetahuan yang benar kepada para peserta mengenai bahaya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan prekursor.

“Saya berharap informasi dan pengetahuan yang adik-adik terima disini, disampaikan pada teman-teman yang lain. Agar mereka menjadi tahu dan menghindari diri untuk tidak menyalahgunakan narkoba Ujar latifah S. Sos. I Selaku Narasumber BNN Kota Jambi.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan prekursor, Latifah, S.Sos.I juga memberikan sosialisasi mengenai wajib lapor yang tercantum pada UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Undang – undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika memandang bahwa pengguna narkoba ada korban dari peredaran gelap narkotika. Oleh sebab itu, penanganan yang tepat bagi pengguna narkotika dan psikotropika adalah dengan menjalani proses rehabilitasi. Sehingga, para pemakai ( penyalahguna narkotika dan psikotropika) bisa memiliki resistensi terhadap narkotika dan psikotropika dan bisa menjalani aktivitas tanpa harus tergantung pada narkotika maupun psikotropika. (BNNK Jambi)

 

BNN KOTA JAMBI DAN BPD WITT JAMBI JALIN KERJASAMA

BNNK Jambi – Badan Narkotika Nasional Kota Jambi dan Badan Perwakilan Daerah Wanita Indonesia Tanpa Tembakau Kota Jambi memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan generasi muda Indonesia yang sehat dan cerdas. Dengan latar belakang tersebut, BNN Kota Jambi dan BPD WITT Jambi melakukan pertemuan di Sekretariat BPD WITT Jambi (24/09) untuk memperkuat hubungan kerjasama antar kedua organisasi tersebut.

Kepala BNN Kota Jambi yang diwakili oleh Latifah, S.Sos.I selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Jambidalam kata sambutanya menyampaikan bahwa memiliki generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas tidak akan terwujud bila hanya satu elemen saja yang bergerak (pemerintah). Harus ada sinergis antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder.

“BNN dan WITT memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. BNN dengan memerangi penyalahgunaan narkoba dan WITT sebagai organisasi sosial dengan mengajak masyarakat untuk tidak merokok dan anti terhadap tembakau. Bila kita bisa sinergiskan langkah, cita-cita kita bersama untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang terbaik bisa terwujud.” Ujar Latifah, S.Sos.I

Pada kesempatan tersebut, BNN kota Jambi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan sosialisasi mengenai P4GN. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mengenalkan bentuk penyalahgunaan narkoba kepada anggota WITT. Sehingga diharapkan organisasi WITT memiliki imun untuk tidak menyalahgunakan narkoba karena mereka telah memahami jenis, bentuk, dan bahaya yang disebabkan oleh menyalahgunakan narkoba.

Dukungan BPD WITT Jambi terhadap peran serta BNN Kota Jambi memerangi narkoba juga diwujudkan dalam bentuk kesediaan mereka untuk melakukan pemeriksaan urine bebas penyalahgunaan narkoba.

“Kami mendukung segala bentuk program BNN Kota Jambi dalam memerangi narkoba. Dan saya, mewakili anggota WITT yang lain menyatakan bersedia untuk melaksanakan tes urine. Diharapkan tindakan kami ini, bisa menggerakkan organisasi sosial lainnya untuk bekerjsama dengan BNN  dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.” Ujar Rosi Silvia SE. MBA, Ketua BPD WITT Jambi. (BNNK Jambi)

BNN Kota Jambi :Remaja Harus Jadi Agen P4GN

BNN Kota Jambi bersama dengan Polresta Kota Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi kembali melakukan penyuluhan P4GN. Penyuluhan yang digelar di Aula Gereja Kristen Prostestan Indonesia (GKPI) diikutioleh 50 peserta yang berasal dari Jemaat Remaja GKPI Palmerah Lama Jambi.

Penyuluhan berlangsung pada Jumat malam (13/12), Jemaat Remaja GKPI Palmerah Lama terdiri dari pelajar SMP dan SMA di Kota Jambi. Walau penyuluhan berlangsung pada malam hari namun tidak terlihat wajah lelah para peserta. Mereka terlihat antusias dan fokus dengan informasi yang disampaikan oleh narasumber.

BNN Kota Jambi, sebagai lembaga vertikal BNN RI di Kota Jambi, pada malam itu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi mengenai UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan UU No 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika.

“Undang- undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika mengatur bahwa, penyalahgunaan narkoba adalah korban dari kejahatan narkotika. Tempat mereka bukan di penjara melainkan di tempat rehabilitasi. Mereka harus dipulihkan karena mereka punya kesempatan untuk kembali menjadi manusia yang produktif.” Jelas Latifah S. Sos. I, Kasi Pemberdayaan Masyarakat yang malam itu berlaku sebagai narasumber BNN Kota Jambi.

Masyarakat memiliki kewajiban untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Remaja sebagai salah satu elemen dalam masyarakat pun turut andil dalam kegiatan tersebut. Remaja bukan hanyalah objek dalam kegiatan tersebut, tapi juga subjek dalam memerangi narkoba. Dengan peran sebagai subjek P4GN, remaja juga punya kewajiban untuk menyebarkan luaskan kepada lingkungan mereka mengenai bahaya P4GN.

Karateristik remaja yang terbuka dengan hal-hal baru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi menjadikan remaja sebagai sasaran yang potensial bagi para bandar untuk memasarkan narkoba. Untuk mengantisipasi hal tersebut BNN Kota Jambi memiliki program untuk memberdayakan remaja tidak hanya imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saja tapi juga mampu menjadi agen P4GN.

BNN menyadari remaja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba merupakan modal utama sebuah bangsa untuk mampu menjadi sebuah bangsa yang kuat dan kokoh. Harapan seluruh masyarakat Indonesia kepada remaja Indonesia bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkarater, kuat dan sehat tanpa penyalahgunaan narkoba. Sehingga mampu membawa Indonesia menjadi negara kuat dan maju. (BNNK Jambi)